Di Tengah Gempuran Digital, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Budaya dan Etika

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 17 Jun 2026

Di Tengah Gempuran Digital, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Budaya dan Etika

MADIUN – Pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengajak pelajar dan mahasiswa untuk tetap memegang nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai bekal menghadapi masa depan.


Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kesadaran pelajar dan mahasiswa tentang nilai-nilai luhur budaya bangsa yang digelar di Gedung Krida Praja, Rabu (17/6). Kegiatan mengusung tema “Muda Beretika, Berbudaya, dan Berkarakter: Saatnya Tunjukkan Sopan Santunmu” dan diikuti pelajar SMA/SMK serta mahasiswa di Kota Madiun.


Plt wali kota menegaskan, kegiatan ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga nilai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, generasi muda adalah kunci masa depan sehingga pembangunan sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak sekarang menuju Indonesia Emas 2045.


“Perkembangan sekarang begitu cepat, sehingga nilai budaya harus tetap menjadi pegangan. Generasi muda ke depan harus sukses, karena ketika sukses yang dibicarakan adalah masa depan. Tahun 2045 Indonesia menargetkan menjadi negara maju, sehingga sumber daya manusia harus dipersiapkan mulai sekarang,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Plt wali kota juga menyoroti pengaruh perkembangan teknologi, khususnya penggunaan media digital dan gawai di kalangan anak muda. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diiringi kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.


“Media digital harus difilter. Banyak informasi masuk, terutama di media sosial. Jangan langsung percaya potongan informasi. Orang pintar dan cerdas itu melihat sesuatu secara utuh, tidak hanya dari satu sisi,” jelasnya.


Plt wali kota menambahkan, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) harus dimanfaatkan sebagai pendukung kreativitas manusia, bukan menggantikan peran manusia.


Sebagai upaya membangun kebiasaan digital yang sehat, Pemkot Madiun juga menyiapkan pengaturan penggunaan gawai bagi pelajar. Rencana tersebut akan dituangkan melalui surat edaran agar penggunaan gawai lebih terarah dan memberikan manfaat.


“Nanti akan dibuat aturan penggunaan gawai. Harapannya anak-anak lebih fokus pada aktivitas positif, tidak hanya berkutat di media sosial. Penggunaan gawai harus lebih banyak untuk hal yang bermanfaat,” tuturnya.


Lebih lanjut, Plt wali kota mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda meninggalkan budaya bangsa. Menurutnya, budaya menjadi salah satu kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman.


“Semaju-majunya teknologi, budaya Indonesia harus tetap dijaga. Kalau kita kehilangan nilai budaya, bangsa ini akan mudah terpecah,” pungkasnya.

(Rams/rat/diskominfo)