BRIN Paparkan Risiko Rickettsiosis dan TB Anak, Plt Wali Kota Dorong Tindak Lanjut untuk Perkuat Kewaspadaan Kesehatan

BRIN Paparkan Risiko Rickettsiosis dan TB Anak, Plt Wali Kota Dorong Tindak Lanjut untuk Perkuat Kewaspadaan Kesehatan
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 10 Sep 2026
  • 43 kali dilihat

BRIN Paparkan Risiko Rickettsiosis dan TB Anak, Plt Wali Kota Dorong Tindak Lanjut untuk Perkuat Kewaspadaan Kesehatan

MADIUN – Hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi bahan penguatan kewaspadaan kesehatan masyarakat di Kota Madiun. Temuan terkait potensi rickettsiosis dan faktor risiko tuberkulosis (TB) anak tersebut dipaparkan kepada Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam audiensi di Balai Kota, Kamis (10/9).


Dalam kesempatan itu, BRIN memaparkan hasil penelitian terkait risiko rickettsiosis yang ditularkan melalui pinjal pada tikus. Dari penelitian di Kelurahan Manisrejo, ditemukan pinjal yang positif mengandung bakteri penyebab rickettsiosis. Meski belum ditemukan kasus pada manusia, temuan tersebut menjadi bagian dari sistem kewaspadaan dini.


“BRIN sudah melakukan penelitian dan memberikan gambaran bagaimana risiko rickettsiosis di Kota Madiun. Termasuk bagaimana kondisi tikus dan pinjal yang ada di lingkungan masyarakat. Ini penting sebagai early warning system supaya kita bisa melakukan langkah pencegahan lebih awal,” ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.


Menurut Plt wali kota, hasil riset tersebut akan menjadi bahan bagi Dinas Kesehatan untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dapat diarahkan pada pencegahan sederhana, terutama menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan serta mengendalikan keberadaan tikus.


“Dinas Kesehatan nanti bisa memberikan sosialisasi lebih kepada masyarakat supaya waspada terhadap risiko rickettsiosis. Pencegahannya juga dimulai dari hal sederhana, seperti sanitasi dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.


Selain rickettsiosis, BRIN juga memaparkan penelitian mengenai TB anak. Riset tersebut antara lain mengembangkan Web GIS untuk memetakan wilayah berisiko TB serta melihat beban ekonomi yang ditanggung keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya penguatan investigasi kontak, skrining TB anak, peran UKS, serta pemberdayaan masyarakat.


Plt wali kota menyambut baik kolaborasi tersebut dan meminta rekomendasi hasil penelitian dapat dikomunikasikan dengan perangkat daerah terkait. Menurutnya, perkembangan Kota Madiun perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap berbagai faktor lingkungan dan kesehatan.


“Kita terbuka terhadap hasil penelitian BRIN. Kalau ada hal-hal yang perlu kita ketahui dan bisa menjadi bahan kebijakan, silakan disampaikan. Jangan sampai ada sesuatu yang sebenarnya bisa kita antisipasi, tetapi baru kita ketahui setelah terjadi,” pungkasnya.

(Bip/rat/diskominfo)

  • Bagikan:
Awak Sigap