Asah Kemampuan Penyelamatan, Relawan Madiun Disiapkan Hadapi Berbagai Kondisi Darurat

Asah Kemampuan Penyelamatan, Relawan Madiun Disiapkan Hadapi Berbagai Kondisi Darurat
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 28 Oct 2026
  • 38 kali dilihat

Asah Kemampuan Penyelamatan, Relawan Madiun Disiapkan Hadapi Berbagai Kondisi Darurat

MADIUN - Kemampuan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk memastikan relawan memiliki keterampilan yang memadai, tidak hanya dalam penanganan bencana di Kota Madiun, tetapi juga ketika daerah lain membutuhkan bantuan.


Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menghadiri kegiatan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) di Taman Hutan Kota, Rabu (28/10). Dalam kegiatan tersebut, relawan mendapatkan pembekalan jungle rescue atau teknik penyelamatan di kawasan hutan.


Plt walikota mengatakan, pelatihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan relawan menghadapi situasi darurat yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Setelah sebelumnya mendapatkan pelatihan water rescue, kali ini relawan dibekali keterampilan penyelamatan di kawasan hutan.


“Walaupun Kota Madiun ini secara hutan sangat kecil sekali, yang namanya relawan harus punya skill terkait masalah penyelamatan di hutan. Kita tidak tahu suatu saat ada tetangga atau kota lain yang membutuhkan relawan, teman-teman ini sudah punya skill,” ujarnya.


Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi relawan untuk mendukung penanganan bencana sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, ia mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun untuk terus memfasilitasi pelatihan secara rutin agar kemampuan relawan semakin terasah.


Ia menambahkan, potensi kondisi darurat tidak terbatas pada bencana alam. Relawan juga dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial yang membutuhkan dukungan di lingkungan masyarakat.


Plt walikota menilai, sejumlah persoalan warga di tingkat rukun tetangga (RT) memerlukan perhatian dan penanganan bersama. Namun, upaya membantu masyarakat tetap perlu disesuaikan dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku, terutama untuk persoalan yang tidak dapat diintervensi langsung oleh pemerintah daerah.


Melalui peningkatan kapasitas tersebut, relawan diharapkan semakin siap menjalankan tugas kemanusiaan. Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan juga diharapkan dapat diterapkan secara tepat, baik dalam penanganan kondisi darurat maupun kegiatan sosial yang membutuhkan keterlibatan relawan.

(ws hendro/kus/diskominfo)