UMKM Pemkot Madiun Diperkuat Dengan POS, Kepercayaan Pelanggan Terbangun dan Pertumbuhan Ekonomi Terukur

UMKM Pemkot Madiun Diperkuat Dengan POS, Kepercayaan Pelanggan Terbangun dan Pertumbuhan Ekonomi Terukur
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 28 Oct 2026
  • 30 kali dilihat

UMKM Pemkot Madiun Diperkuat Dengan POS, Kepercayaan Pelanggan Terbangun dan Pertumbuhan Ekonomi Terukur

MADIUN – Pelaku UMKM yang memanfaatkan lapak milik Pemkot Madiun didorong untuk tertib menggunakan aplikasi kasir digital atau Point of Sales (POS). Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan, data transaksi menjadi kunci untuk mengukur pertumbuhan ekonomi sekaligus menentukan intervensi yang tepat. Dengan begitu, pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut dengan evaluasi perkembangan usaha dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.


Hal tersebut disampaikan Plt wali kota saat menghadiri Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM di Era Digital terkait Strategi dan Implementasi Pemasaran Online yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil Menengah Kota Madiun di Ayam Goreng Pemuda, Rabu (28/10).


Menurutnya, penggunaan POS tidak hanya berfungsi untuk mencatat transaksi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan melalui transparansi harga. Pencatatan penjualan juga membantu Pemkot Madiun mengukur aktivitas ekonomi berdasarkan data riil pelaku UMKM. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Kota Madiun tumbuh 6,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 yang tercatat 5,45 persen.


“UMKM yang hari ini pesertanya ada lapak-lapak harus mulai berubah yaitu digitalisasi. Tidak hanya promosi aja, tetapi bagaimana membangun kepercayaan melalui aplikasi kasir atau POS supaya nanti para pelanggan itu percaya bahwa mereka tidak menaikkan harga secara sendiri. Yang kedua adalah membantu Pemerintah Kota dalam mengukur pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.


Data transaksi tersebut nantinya menjadi bahan analisis bagi dinas terkait untuk mengetahui perkembangan pendapatan dan persoalan yang dihadapi setiap lapak. Dengan begitu, pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.


Plt wali kota menegaskan, pelatihan UMKM harus disertai pendampingan dan tindak lanjut yang terukur. Hasil evaluasi diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya, bukan sekadar menyelesaikan kegiatan pelatihan.


“Ini strategi intervensi yang lebih cepat daripada kita pelatihan-pelatihan, tapi bagaimana seluruh pelatihan itu terus berkelanjutan,” tegasnya.


Selain digitalisasi transaksi, Plt wali kota mengingatkan pelaku UMKM untuk konsisten menjaga kualitas produk dan pelayanan. Promosi perlu diimbangi dengan kesiapan melayani pelanggan agar pembeli kembali dan merekomendasikan produk kepada orang lain.


Pemkot Madiun juga menyiapkan penguatan kegiatan pemberdayaan di tingkat kelurahan pada 2027. Plt wali kota menyampaikan rencana delapan kegiatan per kelurahan dalam setahun yang diharapkan turut membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Melalui penggunaan POS dan pendampingan berkelanjutan, pembinaan UMKM diharapkan lebih terukur, berbasis data penjualan, dan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. (Rams/rat/diskominfo)