Gowes WBR Tawangrejo-Kelun, Pemkot Madiun Sisir Kebutuhan Lansia hingga Buka Peluang Usaha Keluarga

Gowes WBR Tawangrejo-Kelun, Pemkot Madiun Sisir Kebutuhan Lansia hingga Buka Peluang Usaha Keluarga
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 30 Oct 2026
  • 35 kali dilihat

Gowes WBR Tawangrejo-Kelun, Pemkot Madiun Sisir Kebutuhan Lansia hingga Buka Peluang Usaha Keluarga

MADIUN – Kegiatan Gowes Sambang Warga (WBR) di Kelurahan Tawangrejo dan Kelurahan Kelun, Jumat (30/10), menjadi kesempatan Pemerintah Kota Madiun untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan warga lanjut usia (lansia) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi perhatian. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar kebutuhan pokok, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya yang belum terpenuhi, seperti fasilitas memasak dan dukungan pendampingan.


Pemenuhan kebutuhan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima. Sebab, sebagian lansia membutuhkan perhatian lebih karena memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri. Karena itu, intervensi pemerintah juga diarahkan pada ketersediaan pendamping yang dapat membantu aktivitas mereka.


“Lansia-lansia yang kita bantu hari ini lebih mengarah pada kebutuhan yang tidak bisa mereka penuhi sendiri. Makanya, rata-rata pemenuhannya di luar sembako. Ada yang belum memiliki tempat untuk memasak dan kebutuhan lainnya. Yang terpenting, kita memberikan intervensi agar pendampingnya juga tersedia,” ujarnya.


Tak hanya penerima bantuan, pemerintah juga membuka peluang pemberdayaan bagi keluarga atau pendamping lansia. Mereka yang memiliki potensi berwirausaha dapat diarahkan untuk mendapatkan bantuan modal usaha, termasuk dukungan peralatan. Sementara bagi yang belum memiliki keterampilan atau pengalaman kerja, akan difasilitasi mengikuti pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja sebelum mendapatkan dukungan usaha.


Saat ini, Pemkot Madiun memiliki tujuh skema bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyalurannya mengacu pada pengelompokan desil kesejahteraan. Sementara warga yang belum terakomodasi dalam data tersebut tetap menjadi perhatian untuk mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan.


Melalui WBR, Pemkot Madiun berupaya memastikan persoalan masyarakat dapat diketahui secara langsung. Dengan begitu, penanganan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar, pendampingan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

(rams/kus/diskominfo)